IDDM

IDDM
Indonesian Death Metal

Kamis, 01 November 2012

BAND ASAL SOLO MEREKA BERBAHAYA! HYDROSHEPALUS


Hydroshepaus “Surakarta Slamage Machine!”
Sebuah band slaming suka-suka yang menyuguhkan musik slamming dengan paduan beberapa beat-beat asing seperti hardcore, metalcore, deathcore apalah yang kalian dengar dari kami Hydroshepalus,
terserah suka atau tidaknya kalian dengan musik kami yang jelas kami membuat musik slaming dengan gaya kami sendiri.
Hydroshepalus, sebuah nama yang kami dapat setelah 1 tahun nama ini muncul yang sebelumnya bernamakan septuagint yang terbentuk pada akhir tahun 2009 kami aviv (drum), yoga (gitar),ipung (lead gitar) romi (bass) bermain-main dengan metalcore,
singkat cerita awal 2010 bersama hengkangnya romi dan ipung dari septuagint, kami resmi bubar dan membentuk sebuah keluarga baru “Hydroshepalus” pada pertengahan 2010 dengan aviv (drum), yoga (gitar), abi (vokal), yang secara kebetulan kami di undang untuk mengisi sebuah acara pensi reunian smp oleh saudara kami .
ya, lewat acara tersebut kami memulai hidup baru di genre slamming death metal yang masih asal-asalan tentunya dan memulai perjalan dengan Surakarta Death Metal, karena kami kekurangan bass pada waktu itu, sedangkan romi hengkang karena ada kendala waktu, akhirnya kami memilih doni sebagai (bass),
2011 akhirnya kita menemukan sebuah karakter setelah 2 tahun lebih kami tersesat entah kemana kami juga kurang tau kemana, akhirnya kami HYDROSHEPALUS dengan “Surakarta Slamage Machine” lahir
dengan influence dan pengaruh genre yang berbeda dari setiap personil, kami membuat musik slamming dengan gaya kami sendiri.
aviv (drum) progresive kata yang tepat, karena aviv yang memang penggemar berat dream theater haha
yoga (gitar) dia lebih terpengaruh dengan musik ala anak muda jaman sekarang
abi (vokal) soal musik dia lebih ke metal, hardcore, alternative lah dan cenderung menggunakan karakter vokal Guttural .
doni (bass) pengaruh doni cenderung ke metal pribumi yang terinfluence dari musisi-musisi di Indonesia
frist single , begitulah “adopsi mayat” yang arti kasarnya nih “mengadopsi hal yang faktanya tidak berguna buat kalian ” dan 5 lagu lainnya.
dan rencannya pertengahan 2013 nanti kami akan merilis album pertama kami “EVOLUSHIT”
EVOLUSHIT:
-ADOPSI MAYAT
-MANUSIAL
-SEDERAJAT BAN*SAT
-SO SHIT ALL!
-EVOLUSHIT
-SHUT UP!
ya , Evolushit judul Album kami , karena negara ini bukanya semkain baik justru sebaliknya, serta lirik yang bertemakan sosial kami muntahkan di album ini
dan lirik, yang selama ini sering di pertanyaan dalam band slamming khususnya, ya jujur karena memang dulu band kami asal ikut-ikutan dan tanpa lirik alias just pigsqueal, up next Hydroshepalus dengan warna vokal baru, pigsqueal/troath/guttural dan deathGrowl/deepGrowl apalah kalian menilainya nanti.
semoga penggarapan album dari kami lancar, do’a dan support kami tunggu
bigthanks buat semua yang sudah mensuport hydroshepalus selama ini
see you next gig’s!

BAND ASAL NEW YORK!!!! CANNIBAL CORPSE



CANNIBAL CORPSE. Nama ini rasanya mustahil tidak dikenal oleh kalangan metalhead seantero jagad. Merupakan band yang dalam pelataran death metal sudah tak perlu diragukan kredibilitasnya, CANNIBAL CORPSE termasuk band yang bisa dibilang konsisten dengan arahan musiknya sejak awal.
CANNIBAL CORPSE terbentuk pada 1988 di Buffalo, kota terbesar kedua di negara bagian New York. Band ini merupakan gabungan dari tiga band death metal area New York saat itu yaitu Beyond Death, Leviathan dan Tyrant Sin. Formasi pertamanya diisi oleh lima pemuda (Alex Webster, Paul Mazurkiewicz, Jack Owen, Bob Rusay dan Chris Barnes) yang merupakan penggemar band – band thrash/death metal seperti Slayer, Kreator dan Death. “Aku mulai menyukai Slayer pada pertengahan 80an. Aku tahu tentang mereka dari obrolan teman – teman penggemar metal di sekolahku. Slayer adalah band thrash paling hebat saat itu. Mereka sangat mempengaruhi kami saat itu.” Kenang Alex Webster.
Show pertama CANNIBAL CORPSE adalah di Buffalo’s River Rock CafĂ© pada pertengahan 1989 sementara album pertamanya “Eaten Back To Life” dirilis pada 1990. CANNIBAL CORPSE menemukan formula musiknya yang signature atau khas pada album keduanya, “Butchered At Birth” (1991). Balutan death metal sudah sangat terasa di album yang direkam di studio legendaris Morrisound Recording di Tampa, Florida, terlebih karena produser yang menggarapkanya adalah Scott Burns yang pada awal 90an kondang sebagai produser album – album death metal seperti “Cause Of Death” (Obituary) dan “Human” (Death).
Racikan musik yang merupakan paduan gemuruh death metal yang sangat kental dengan lirik – lirik bertemakan horor seperti kematian, darah dan film horor menjadi formula yang muncul di album “Butchered At Birth” yang di kemudian hari menjadi patokan musikal yang terus digeber oleh CANNIBAL CORPSE. Meskipun vokalis Chris Barnes harus hengkang pada 1995, namun tidak mengubah gaya musik CANNIBAL CORPSE di album – album selanjutnya karena George “Corpsegrinder” Fisher, vokalis yang menggantikan Chris Barnes dirasakan cukup pas mengisi posisi vokalis di CANNIBAL CORPSE.
Menyandang reputasi sebagai band death metal dengan penjualan album paling laris di Amerika Serikat  sepanjang masa menurut Nielsen Soundscan, CANNIBAL CORPSE juga merupakan band yang  memiliki komunitas penggemar yang cult dan loyal karena kesetiaan CANNIBAL CORPSE terhadap konsep musiknya sejak awal .
Hingga saat ini, CANNIBAL CORPSE sudah merilis 12 buah album. Yang terbaru adalah “Torture” yang dirilis pada 13 Maret 2012. Erik Rutan, personil band death metal Hate Eternal sekaligus orang yang pernah menjadi produser dua album CANNIBAL CORPSE sebelumnya yaitu “Kill” (2006) dan “Evisceration Plague” (2009) digandeng menjadi produser untuk album baru ini. Sementara artworknya dikerjakan oleh Vincent Locke yang sudah kerap mengerjakan artwork album CANNIBAL CORPSE. “Kami selalu menulis (lagu) untuk mendapatkan progress. Aku sangat yakin lagu – lagu dalam album ini merupakan yang terbaik yang pernah kami buat, sangat beragam dengan segenap (ciri) individual di setiap lagunya. Fakta bahwa kami punya Rob (Barrett, gitaris) dan Pat (O’Brien, gitaris) yang juga menulis beberapa lagu adalah sesuatu yang sangat membantu. Kami adalah CANNIBAL CORPSE. Kami akan melakukan apa yang biasa kami lakukan.” komentar drummer Paul Mazurkiewicz tentang album “Torture”.
CANNIBAL CORPSE mulai melakukan tur untuk mempromosikan album “Torture” pada bulan Maret 2012 saat mereka menjadi headliner sebuah tur pendek bernama “Destroyers Of The Faith” di Inggris yang diadakan oleh majalah Metal Hammer bersama Enslaved, Triptykon dan Job For A Cowboy. CANNIBAL CORPSE kemudian melanjutkan turnya di Amerika Serikat dalam Summer Slaughter Tour 2012 di 31 kota di Amerika Serikat dan Kanada sepanjang bulan Juli – Agustus 2012.
Memasuki bulan Oktober 2012, band yang albumnya pernah dilarang beredar di Jerman ini melanjutkan turnya di kawasan Asia dan Australia. Awal Oktober mereka akan menggempur 5 kota di Australia dan dilanjutkan dengan merambah Asia di mana mereka akan tampil di 5 negara yaitu Thailand, Jepang, China, Korea Selatan dan Indonesia. Di Indonesia, George “Corpsgrinder” Fisher dkk akan tampil di dua kota yaitu Jakarta dan Solo. Di Kota Solo mereka akan tampil dalam salah satu festival cadas terbesar di tanah Jawa, ROCK IN SOLO : Kingdom Metal Fest 2012 pada 13 Oktober 2012. So be ready for CANNIBAL CORPSE in Rock In Solo 2012!
CANNIBAL CORPSE :
Paul Mazurkiewicz  – drums
Alex Webster – bass
George “Corpsegrinder” Fisher – vokal
Patrick O’Brien – gitar
Rob Barrett – gitar

.

SEJARAH MUSIK HARDCORE DI INDONESIA


Hardcore punk (terkadang disebut Hardcore saja) merupakan salah satu subgenre dari punk rock yang berasal dari Amerika Utara dan UK diakhir tahun 1970an. Sound baru ini yang merupakan ciri khas musiknya secara umum yaitu: suara gitar yang lebih tebal, berat dan cepat dari musik punk rock awal. Tipikal lagu biasanya sangat pendek, cepat dan keras, selalu membawakan lagu tentang politik, kebebasan berpendapat, kekerasan, pengasingan diri dari sosial, straight edge, perang dan tentang sub-kultur hardcore itu sendir
Musik Hardcore sudah eksis di Indonesia pada tahun akhir 1980-an. Dengan fenomena yang ada menyebabkan sebagian dari punker mulai melahirkan scene-scene hardcore punk. Sehingga musik hardcore di Indonesia sangat kental dengan warna punk.
Dikarenakan masih sangat sedikitnya scene hardcore maka scene terbagi menjadi dua kaum, yaitu kaum individu yang lebih suka menikmati musik Hardcore dengan sosialisasi yang secukupnya dan kaum yang sangat suka bersosialisasi (membaur dengan komunitas punk). Hal ini terjadi sampai sekitar pertengahan tahun 90-an. Tahun 90-an bisa dibilang tahun musik Hardcore di Indonesia dan puncaknya pada akhir tahun 1990 ditandai dengan mulainya pertunjukan-pertunjukan di berbagai tempat menampilkan 100% band hardcore (yang sebelumnya selalu mencampur dengan band punk) dan kemudian musik hardcore mulai membaur dengan melodicore.
Dengan semakin banyaknya band hardcore bersamaan pula munculnya records D.I.Y yang menyalurkan kreatifitas band seperti pinball records dan ffgrecords. Di Indonesia kota Jakarta adalah kota yang memiliki banyak band hardcore, untuk di kota lain umumnya hardcore dibawa dan berkembang dari individu anak Jakarta yang kuliah di luar kota ataupun bekerja. Band Hardcore Jakarta antara lain adalah Anti Septic, Triple X, Straight Answer, Dirty Edge, Popcorn, Sugesti X, Secret Agent. Depok juga memiliki DC crew: Thinking Straight dan juga band-band depok lainnya yang mayoritas mengusung oldschool hardcore punk.
Setelah era oldschool, hardcore amerika, hardcore oldscholl eropa ke newschool maka dimulailah hardcore yang di dominasi dengan musik lebih kental musik metalnya seperti Jumbo Jet bahkan emo, hingga saat ini (tahun 2000-an).

SEJARAH MUSIK HARDCORE (m) x (m)






Munculnya musik Hardcore pada tahun 1970-an.Hardcore awalnya berasal dari musik punk, ada 3 Band yang awalnya membentuk aliran musik hardcore ini. Musik Hardcore ini juga banyak disebut sebagai musik underground karena kebanyakan komunitas musik ini tidak dipublikasikan ke masyarakat dan khlayak luas. Orang tidak akan mengenal siapa sajayang ada di musik Hardcore ini karena tidak mempunyai karakter yang subjektif, musik punk disini dapat dipublikasikan dan dapat dikenal dari ciri khas dan gaya - gaya mereka. dan dikomunitas Hardcore ini tidak memandang profesi siapa dan darimana asal serta umur orang itu.





Di aliran musik ini terdiri dari 3 Band yang mendirikannya, Pertama yaitu Bad Brain yang menyebarkan aliran Hardcore dengan mengadakan konser - konser disebagian kota, sehingga musik Hardcore dapat dikenal oleh khalayak dan masyarakat luas.





Kemudian yang kedua yaitu ada Bad Flag, mereka membentuk aliran ini dengan merubah aransemen lagu step - step menjadi lebih cepat, sehingga Hardcore mempunyai karakter musik sendiri.


Dan ketiga adalah Minor Threat pada Band ini yang membedakan antara musik Punk dan Hardcore dengan menyerukan straight age pada komunitasnya yaitu dengan mengajak komunitas Hardcore untuk hidup lebih positif karena pada era tahun 1970-an tersebut banyak pemuda yang menyukai aliran punk yang meninggal dunia dengan sia - sia dikarenakan Narkoba. Minor Threat mengajak bahwa Hardcore yang beraliran keras bukan berarti harus memakai dan menggunakan Narkoba. Straight Edge yang kemudian pecah menjadi 2 bagian,yaitu bagian positif yaitu pengikut dari Vegetarian sampai tidak yang merokok, sedangkan bagian yang Negatif kebalikannya.

Kamis, 04 Oktober 2012

Asal mula musik METAL \m/

Death metal adalah sebuah sub-genre dari musik heavy metal yang berkembang dari thrash metal pada awal 1980-an. Beberapa ciri khasnya adalah lirik lagu yang bertemakan kekerasan atau kematian, ritme gitar rendah (downtuned rhythm guitars), perkusi yang cepat, dan intensitas dinamis. Vokal biasanya dinyanyikan dengan gerutuan (death grunt) atau geraman maut (death growl). Teknik menyanyi seperti ini juga sering disebut "Cookie Monster vocals".
Beberapa pelopor genre ini adalah Venom dengan albumnya Welcome to Hell (1981) dan Death dengan albumnya Scream Bloody Gore (1987). Death metal kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh band-band seperti Cannibal Corpse, Morbid Angel, Entombed, God Macabre, Carnage, dan Grave.
Kemudian era 2000'an, Death Metal berkembang sangat pesat. Banyak band-band jebolan aliran death metal menjadi pembaharu dalam musik metal. Band-band tersebut antara lain Inhuman Dissiliency, Disavowed, Viraemia, Hiroshima Will Burn, Amon Amarth, Inveracity, The Berzeker, Dying Fetus, Condemned, dan masih banyak lagi.
Di Indonesia, genre ini diawali pergerakan dan perkembangan-nya di tahun 1990-an dengan band thrash metal Rotor di Jakarta. Pergerakkan utama Death Metal Indonesia berasal dari munculnya inisiatif oleh band Grindcore asal Malang, Rotten Corpse, yang menggarap untuk pertama kalinya (yang diketahui) musik Death Metal. Kemunculan dan permainan Rotten Corpse akan Death Metal merupakan pertanda dari lahirnya sebuah individu musik baru, bernama Death Metal. Beberapa band pioneer Death Metal lainnya di daerah lain, seperti Trauma dari Jakarta , Insanity dan Hallucination dari Bandung, Death Vomit dari Jogjakarta , Slow Death dari Surabaya, Murder dari Boyolali kemudian berkembang dengan band-band yang dianggap sebagai senior karena pengalamannya masing-masing seperti: Disinfected, Ancur, Plasmoptysis, Jasad dari Bandung, Siksa Kubur , Funeral Inception dari Jakarta,Cranial Incisored Jogjakarta , Semarang Grind Buto. Abysal.Blast Torment dari Padang,Total Rusak dari Bukittinggi , dan Jahanam Corpse dari Batam, DeathSounD dari Pontianak , Rantai 86 Tegal

Perkembangan musik Death Metal di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat baik. Diantaranya terusulkannya suatu forum pusat dari pecinta Death Metal Indonesia, yang bernama forum Death Metal Indonesia, yang bernama Indonesian Death Metal atau disingkat IDDM. Kemudian juga muncul Indogrind.net, staynocase, dan lainnya. Saat ini, band-band baru Death Metal akan menyuarakan 'suara-suara maut' dalam event metal. Band-band Death Metal di Indonesia sekarang antara lain Death Sound, Asphyxiate, Bleeding Corpse, Death Vomit, Internal Darkness, Destruction, Kill Harmonic, Grind Buto, Infected Voice, Brain Ass, Hatestroke, Sickmath dan sebagainya.
Perkembangan Death Metal Indonesia setelah terciptanya IDDM, merupakan sebagai indikasi dan peresmian komunitas-komunitas Death Metal di seluruh wilayah Indonesia untuk go on public atau menunjukkan diri mereka masing-masing pada publik. Seperti pada saat ini, banyak sekali kelompok komunitas Death Metal Indonesia di wilayah mereka masing-masing yang sudah menunjukkan diri mereka di Internet. Komunitas-komunitas tersebut masih merupakan bagian dari Indonesian Death Metal/IDDM. IDDM merupakan salah satu web penghubung yang menjadi tempat bertukar pikiran maupun aspirasi hingga media untuk iklan / promosi album maupun merchandise. Komunitas-komunitas tersebut diantaranya adalah Malang Death Metal Force, Bandung Death Metal, Bekasi HORDE! Death Metal, Jogjakarta Corpse Grinder, Pontianak MetalForce, Magelang Death Metal Militia, Sukoharjo Death Metal, Semarang Death Metal, Bali Death Metal sampai Samarinda Death Metal dan masih banyak lagi komunitas di seluruh Indonesia.
Beberapa subgenre death metal:
  • Technical death metal - Death Metal yang dikembangkan dengan nada-nada diatonis, merupakan perkembangan dari musik Death Metal ke yang lebih kompleks. Seringkali diasosiasikan sebagai penggabungan antara death metal dengan progressive rock dan jazz fusion.
  • Melodic death metal - heavy metal dicampur dengan beberapa unsur Death Metal, misalnya death growl dan blastbeat
  • Progressive death metal - gabungan antara death metal dan progressive metal
  • Brutal death metal - Brutal Death Metal merupakan perkembangan dari Death Metal itu sendiri. Brutal Death Metal merupakan salah satu perkembangan yang berhasil menghasilkan perkembangan lagi di genre Death Metal. Brutal Death Metal menghasilkan Slamming-Gore Brutal Death Metal, Slamming-Groove Technical Brutal Death Metal, Slamming Goregrind, seperti PALASIK dari bukittinggi.
  • Deathcore - gabungan antara metalcore/groove metal dengan death metal, merupakan genre Death Metal yang lebih menjurus kepada musik Post Hardcore.
  • Death/Doom - gabungan antara doom metal dan death metal
  • Blackened death metal - Blackened Death Metal merupakan usul-usul yang dilakukan oleh band-band Death Metal yang ingin menggabungkan kembali unsur Black Metal pada Death Metal seperti yang terjadi pada Era Pertama Death Metal, di mana Death Metal masih tercium bau-bau Black Metal.